Recommended

Klikpositif.com(2013): Saya Mencari Hal-hal yang Tak Terduga

http://www.klikpositif.com/news/read/3082/wawancara-agustinus-wibowo-saya-mencari-hal-hal-yang-tak-terduga.html

1310-klikpositif

Minggu, 06 Oktober 2013 | 11:02 WIB

Wawancara: Agustinus Wibowo, Saya Mencari Hal-hal yang Tak Terduga

Bagi saya, perjalan itu seperti cermin. Dengan melakukan perjalan keluar wilayah asal kita, disana kita akan tahu siapa diri kita.
Penulis: Ahmad Bil Wahid | Editor: Andika D Khagen

Agustinus Wibowo adalah sang petualang. Ia telah mengunjungi negara-negara di Asia Barat dan Asia Tengah.

Ia menuju Tibet, menyeberang ke Nepal, turun ke India, dan menembus Pakistan, Afghanistan, Iran, lalu ke Asia Tengah,  Tajikistan, kemudian Kyrgyzstan, Kazakhstan, hingga Uzbekistan, dan Turkmenistan.

Baginya, hidup adalah menaklukkan hal-hal yang tak terduga. Ia tidak membayangkan berada di India pada 2008, ketika negara itu diserang bom.

Pengalamannya telah menuangkan dalam tiga buah buku, Selimut Debu, Titik Nol dan Garis Batas.

Pria kelahiran 8 Agustus 1981—yang tak menamatkan studinya di Institut Sepuluh November Surabaya ini—menceritakan sepenggela pengalamannya kepada jurnalis KLIKPOSITIF, Ahmad Bil Wahid, Sabtu, 5 Oktober 2013. Berikut petikannya.

 

Apa yang mendorong Anda untuk melakukan perjalan?

Awalnya, saya ingin melihat dunia luar, tahun 80an belum ada internet tapi karena hobi menulis saya sudah punya banyak teman pena di berbagai negara. Jadi sejak saya kecil, dorongan untuk melihat dunia luar itu sudah ada.

Kenapa memilih hidup dengan bertualang?

Bagi saya, perjalan itu seperti cermin. Dengan melakukan perjalan keluar wilayah asal kita, disana kita akan tahu siapa diri kita.

Selama melakukan perjalan, sudah berapa negara yang Anda kunjungi?

Saya tidak menghitung jumlah negara, prinsip saya jumlah negara dan jauh perjalanan itu tidak penting, yang penting sejauh mana kita belajar dari perjalanan.

Di negara mana yang paling berkesan?

Banyak, di Pakistan dan Afganistan saya sempat kaget karena disana seperti tidak ada perempuan, perempuan hanya dirumah dan pria tidak boleh berbicara langsung dengan perempuan yang bukan keluarganya.

Bagaimana Anda menghadapi hal tidak terduga di negara yang anda kunjungi? pernah takut tidak?

Pastinya sebelum mengunjungi suatu tempat, kita harus research dulu tempat itu. Dengan itu kita bisa tahu resiko yang akan kita hadapi itu apa, walaupun kita tidak bisa pastikan yang kita bayangkan itu terjadi. Tapi biasanya rasa takut itu muncul karena kita terlalu banyak tahu. Tapi saya yakin pada the power of kepepet.

Ketika dalam kondisi terdesak seperti kehabisan uang, apa yang Anda lakukan?

Saya bekerja serabutan sampai duit saya cukup untuk melanjutkan perjalanan. Saya juga bekerja sebagai jurnalis foto untuk media Singapura, China dan Indonesia.

Kenapa Anda memilih tempat yang jarang dikunjugi, bukan tempat wisata?

Bagi saya tempat wisata bukanlah tempat kehidupan, karena disana semua sudah diatur sedemikian rupa.

Musibah apa yang paling diingat?

Banyak, di Uzbekistan saya pernah dicuri dan uang saya hanya bersisa 5 USD. Tapi saya perlu berterima kasih pada pencuri, karena telah menjadi bagian dari perjalanan.

Ketika ledakan bom di India tahun 2008, Anda sedang di India, bagaimana ceritanya?

Ledakan itu dekat dari tempat saya tinggal, tapi ketika ledakan saya sedang menghadiri acara di kedutaan. Ketika saya pulang saya melihat gedung sudah runtuh dan orang-orang bersimbah darah.

Apa rencana Anda pasca ledakan itu?

Sebelum ledakan saya berencana akan pergi ke Pakistan karena tidak betah. Tapi setelah kejadian itu saya merasa belum kenal dengan India, jadi saya memutuskan tetap di India untuk belajar lebih banyak tentang orang-orang disini.

Dari sekian banyak negara yang dikunjungi, di mana yang paling sulit dan menantang?

Saya tidak memandang sulit atau mudah, karena kesulitan itu bagian dari perjalanan. Saya juga bukan pencari tantangan, tapi saya mencari hal-hal yang tidak terduga.

Selama berpindah-pindah dari satu negara ke negara lain, apakah identitas Anda pernah dipermasalahkan?

Saya selalu pakai passport Indonesia, orang-orang di negara yang saya kunjungi menerima orang Indonesia dengan baik. Saya belum pernah mengalami masah visa.

Pernah jatuh cinta pada wanita di negara lain?

Pernah, tapi saya berpikir kalau cara hidup saya seperti ini, hal itu sulit. Untuk membuat komitmen juga sulit.

Negara mana yang Anda kunjungi sebelum pulang ke Indonesia?

Terakhir saya menetap di China, saya bekerja disana. Saya juga penulis, dan menulis menuntut kita menetap di suatu tempat.

Sudah berapa lama di Indonesia?

Saya baru saja pulang tahun ini, baru enam bulan di Indonesia

Ketika rindu dengan Indonesia, apa yang anda lakukan?

Karena di negara yang saya kunjungi orang Indonesianya sedikit, jadi saya ke keduataan, karoke bareng, masak bareng. Saya juga suka dengar lagu Indonesia ketika saya rindu.

Anda bercita-cita untuk sampai ke Afrika Selatan? bagaimana kelanjutannya?

Ya, itu tujuan saya tapi tidak kesampaian.

Ada rencana untuk melanjutkan sampai kesana?

Sekarang bagi saya destinasi itu sudah tidak penting. Apakah itu Afrika selatan atau bukan itu tidak penting.

Dari yang sudah dilalui selama perjalanan, apa pesan Anda?

Kita harus bisa hidup dengan sederhana, kita harus bisa hidup dengan kondisi apapun.

About Agustinus Wibowo

Agustinus is an Indonesian travel writer and travel photographer. Agustinus started a “Grand Overland Journey” in 2005 from Beijing and dreamed to reach South Africa totally by land with an optimistic budget of US$2000. His journey has taken him across Himalaya, South Asia, Afghanistan, Iran, and ex-Soviet Central Asian republics. He was stranded and stayed three years in Afghanistan until 2009. He is now a full-time writer and based in Jakarta, Indonesia. agustinus@agustinuswibowo.com Contact: Website | More Posts

1 Comment on Klikpositif.com(2013): Saya Mencari Hal-hal yang Tak Terduga

  1. kaq Agus jatuh cintanya sama dokter itu ya?..hm

Leave a comment

Your email address will not be published.


*