Recommended

Publication

星洲日报(马来西亚)2007:我的生活,一定是要爲了看世界

“自小,翁鸿鸣就对旅行充满幻想和憧憬。小学老师曾经问过他的志愿,当时他回答说将来相当一名游客。老师告诉翁鸿鸣,游客不是一种职业。那位老师可能不知道,翁鸿鸣真的把旅行当做一生的志愿,老师也可能不知道,许多年后,翁鸿鸣真的在路上找到了可以让他不断游走的工作。”

July 1, 2007 // 2 Comments

Globe Asia (2007): Solo Travel – Wealth of Experience

  SOLO TRAVEL: WEALTH OF EXPERIENCE Holiday season is approaching and perhaps it’s time to do something different. Try solo traveling. The trip might be more costly than joining an arranged tour but the joy of discovery is more than adequate reward, say Agustinus Weng and Nefransjah. BY MARY R. SILABAN Flying business class, staying at five-star resorts, joining a flock of fellow tourists in an air-conditioned bus and eating a sandwich while visiting an ancient temple is not how Nefransjah and Agustinus Wibowo like to travel. The two independent travelers, or what people usually call backpackers, demand the freedom to add their own flavor. While on the road, Nefransjah tries to be as close as he can to the street, and that means taking as few air flights as possible and avoiding the usual tourist sites. “1 want to absorb all the local ambience,’ says the 37 year-old. For Agustinus, 26, there’s no thought of joining a group tour. “When we travel solo, we have the closest contact with the local community. We can communicate with the locals and learn much valuable knowledge rather than merely historical facts a tour guide may provide you, says Agustinus. The young traveler [...]

June 29, 2007 // 1 Comment

The Jakarta Post (2007): Yustinus Wibowo—Going around the world on a shoestring

21 June 2007 The Jakarta Post People http://www.thejakartapost.com/news/2007/06/21/yustinus-wibowo-going-around-world-shoestring.html Yustinus Wibowo Going around the world on a shoestring Maggie Tiojakin, Contributor, Jakarta A hundred and fifty years ago, when so much of the world was still unknown to the majority of the earth’s inhabitants, exploring uncharted lands and seas was available only to a privileged few. Today, with the help of technology, it isn’t uncommon for one to travel the world in twenty-four hours by plane, or twenty-four seconds with the click of a mouse. However, there are others who cling onto the exotic dream of being an explorer crossing multiple frontiers. Meet Agustinus Wibowo. Born in Lumajang, East Java, on Aug. 8, 1981, the 26-year-old has been embarking on an around-the-world journey since July 28, 2005, as a backpacker with only US$2,000 in his pocket — the amount of money he managed to save while studying and working part-time in Beijing, China. So far, the former student of Tsinghua University has visited more than a dozen countries in Asia — far-flung lands which others have probably only heard of in the news such as Kazakhstan, Kyrgyzstan, Tajikistan, Nepal, India, Tibet, Pakistan, Iran, Turkmenistan, Uzbekistan, Mongolia, China, Vietnam, Cambodia, Laos, Malaysia [...]

June 21, 2007 // 5 Comments

SNAP (2006): Mencari Warna-warni Kehidupan

No. 006/2006 SNAP (Majalah Fotografi) JALAN-JALAN | Asia Selatan Mencari Warna-warni Kehidupan NASKAH & FOTO: AGUSTINUS WIBOWO Ketika saya masih duduk di kelas 1 SD, pernah seorang guru bertanya tentang cita-cita. Saya menjawab dengan polosnya, “Ingin jadi turis!” “Lho, jadi turis, kan, bukan pekerjaan?” katanya terkejut. Hari ini, dua puluh tahun kemudian, saya berada di Afghanistan, setelah satu tahun lebih mengelana melintasi negeri-negeri Asia, dari gunung-gunung tinggi hingga padang pasir tak bertuan. Berjumpa dengan suku-suku terasing di pedalaman, hingga mengunjungi pabrik-pabrik senjata ilegal. Separuh turis, separuh jurnalis. Sama sekali tidak kusangka, cita-cita masa kecil kini tercapai. India Kaya Warna Perjalanan panjang ini adalah perjalanan mencari warna. Menemukan arti kehidupan yang tersembunyi dalam ragam-ragam budaya, serta saling berbagi dengan pembaca yang mungkin tak berkesempatan menengok sendiri. Kamera, bagi saya bukan hanya alat untuk mengabadikan pengalaman, namun juga media berkomunikasi dengan penduduk lokal. Memulai dari Beijing, Cina, setelah tiga bulan perjalanan darat sampailah saya di Nepal, sebuah negeri mungil yang terjepit di antara dua raksasa Asia, India dan Cina. Budaya Hindu begitu mewarnai kehidupan masyarakatnya. Warna mistis dan kepercayaan kuno, disemerbaki oleh harumnya asap dupa yang dibakar oleh para penganutnya, menjadikan Nepal negeri yang penuh misteri, terkunci di antara puncak-puncak salju yang [...]

December 30, 2006 // 5 Comments

Cosmopolitan Men (2006): Menapaki Sejarah Panjang Negeri Afghan

December 2006 COSMOPOLITAN MEN 2006 ADVENTURE Lintas Tengah Afghanistan: Menapaki Sejarah Panjang Negeri Afghan Sebuah jalan membentang sepanjang 1000 km antara Herat dan Kabul. Jalan ini sepi. Jalan ini bisu. Tapi dia menyimpan lebih banyak cerita dari pendongeng terbaik di dunia. Mari kita berjalan dan mendengar ceritanya. Ada sebuah jalan di Afghanistan. Jalan yang sepi, berteman debu, panas dan matahari. Tanpa aspal, berbukit tandus, bergunung tinggi, tanpa peradaban dan tanpa hidup. Kontras dengan kenyataan bahwa jalan ini menyimpan 800 tahun cerita. Cerita tentang Hulagu Khan yang membawa 120 ribu pasukan dalam perang. Yang bertanggung jawab atas pembunuhan peradaban Islam di Irak. Atau legenda tentang si Pincang Timur Lenk, keturunan marga Khan yang mencoba ulangi kejayaan leluhurnya. Herat, Angin Sejarah yang Berlalu Kota Herat di bagian barat Afghanistan dulunya adalah ibukota kerajaan Timur Lenk. Di kota ini kebudayaan Persia berharmoni dengan indahnya dengan kebudayaan Afghan. Arsitektur Masjid Jum’at-nya, kolosal. Benteng lkhtiyaruddin berdiri dengan angkuhnya di atas pasar-pasar tradisional yang sibuk, yang hampir semua orangnya mengenakan surban. Dinasti-dinasti yang dulu berkuasa di sini banyak membangun menara-menara megah atau kompleks bangunan religius seperti masjid dan madrasah. Namun sayang, perang berkepanjangan sejak zaman Inggris hingga era Taliban telah menghancurkan hampir semua kekayaan Herat. Yang [...]

December 20, 2006 // 0 Comments

Harian Analisa (2006): Negeri Berjuta Warna

Minggu, 10 September 2006 Harian Analisa (Medan, Indonesia): India Negeri Berjuta Warna MENJADI salah satu negara terpadat penduduknya dengan jumlah lebih dari 1 miliar jiwa, India adalah sebuah negeri penuh pesona. Salah satu pesonanya, India sangat lekat dengan nilai-nilai tradisi leluhurnya. Kendati budaya westernisasi sulit dihindari masuk ke semua lini hidup masyarakat India, nilai-nilai religi dan tradisi masih dijunjung. India begitu kaya dengan upacara tradisinya. Nilai -nilai religi yang bersumber dari ajaran Hindu dan Budha menjadikan tatanan kehidupan masyarakat India tak hanya luhur dan suci. juga begitu eksotis di mata dunia. Salah seorang mahasiswa asal Indonesia, Agustinus Wibowo. melakukan perjalanan mengitari Asia. India menjadi salah satu tempat yang sangat memikat hatinya. Agustinus sempat berbulan-bulan tinggal di beberapa wilayah di India, hingga ke pedalamannya. Dan dia masuk dan merekam jauh ke dalam kehidupan keseharian masyarakatnya. Selain India, Agustinus lelah menjejakkan kakinya di Nepal, Tibet, Thailand, Cina, Afghanistan, dan kini di Iran. Sebagai salah satu negara penghasil tekstil terbesar, India menyajikan pemandangan keseharian yang penuh warna. Apalagi ditambah dengan kecenderungan masyarakat India yang suka mengenakan pakaian dengan warna-warna yang cerah. Secara fotografis, merekam India lewat foto menjadi hal yang menarik. Berjuta warna tersaji di setiap sudut kota-kota di India. Dengan kameranya Agustinus [...]

October 21, 2006 // 3 Comments

IOC (2005): Photography Works on IOC Brochure

Photography works published on IOC reports. IOC is the Intergovernmental Oceanographic Commission (IOC) of United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization [...]

December 31, 2005 // 0 Comments

时尚旅游(2005):惊出阿富汗

她在轻轻呼唤,声音微弱而深沉,穿过蓝色面纱,震颤着听者的心灵。我知道,那后面一定藏着美丽的双眸,终日凝望,满怀憧憬, 那是一张略施粉黛的白色面庞。我注视着她,用同样轻柔的声音说:“请让我掀起你的盖头……”这段旅程是由一个梦想开启的,这个去揭开阿富汗神秘面纱的梦 想,初时只是出现在我的幻想中。但正是这个梦想,引领我穿过巴基斯坦,将我带到了几千公里外的阿富汗,去窥探它的神秘面庞,欣赏它美丽的容颜,并舔舐它两 颊上流淌的泪水。

November 20, 2005 // 0 Comments

户外探险(2002):蒙古国,别样的主题酒吧

湖水如此洁净,我们忍不住下水,不过水很凉,起了一身的鸡皮疙瘩,游累了上岸,即个人横七竖八躺在草地上,东一句西一句地闲聊,看天上的云彩一团团涌过来,低得好像伸手即可触到。云彩的影子在草地上,湖面上迅速移动着,太阳在云层间时隐时现,不时可以看到美丽的光柱。我半梦半醒地被一团野草的象棋围绕着,真希望可以一直躺在这里。。。。。。恍然间,感觉自己身处一个暖色调的主题酒吧,手捧一杯美酒。慢慢用体温来温暖它,酒香渐渐溢出,小口小口地缀,平静而舒缓。。。。。

November 11, 2002 // 0 Comments

1 9 10 11