Recommended

Publication

Indonesia is the Country Focus of Singapore Writers Festival 2015

https://www.singaporewritersfestival.com/nacswf/nacswf/Country-Focus.html Country Focus 17,000 Islands Dreaming A literary focus on Indonesia   Curated by The Arts House, with the programming support of Goenawan Mohamad The Indonesian archipelago spans the Equator and South-east Asian region, an eighth of the world’s circumference. A nation of 17,000-odd islands that began its journey as a modern state 70 years ago, Indonesia carries millennia of historical weight, contradictions and resolution. What are Indonesia’s aspirations for the world? How do 252 million Indonesians think and dream? Can we see continuities from ancient Srivijaya and Majapahit at work in the up-to-the-minute literature of contemporary Indonesia? If Singapore knew Indonesian literature better, would it change the way we see ourselves and our region? We turn our focus to Indonesia this year by exploring her long traditions of the word in the same ways Indonesians celebrate it – recited to the background of theatre and movements, sung against rich tonal texture and spoken in different tongues. Dreams are, after all, facets of reality.   Lecture WHEN MEANING IS MANAGED: THE FATE OF LITERATURE FEATURING   Goenawan Mohamad MODERATED BY   Peter Schoppert DATE   31 October TIME   4pm – 5pm VENUE   TAH, Chamber An Indonesian poet and man of [...]

October 11, 2015 // 0 Comments

[KOPI Delft ESPRESSO]: Jelajah Batas Dunia

Diskusi travel writing, photography, identitas Asia Tengah-Afghanistan, Papua Nugini, dan border issue Bersama Guest of Honour of Frankfurt Book Fair 2015 dan penulis novel best seller Titik Nol: Agustinus Wibowo Sabtu, 24 Oktober 2015, 10.00-12.00 di Auditorium A1b UNESCO-IHE Delft Westvest 7, Delft Registrasi hingga 20 Oktober 2015 melalui: http://goo.gl/forms/b2hrbznzla [...]

October 10, 2015 // 4 Comments

Pos Sore (2015): Agustinus Wibowo Berbagi Ilmu ‘Travel Writing’

http://possore.com/2015/09/27/agustinus-wibowo-berbagi-ilmu-travelling-writing/ SMESCO Art Fest & Netizen Vaganza 2015 Minggu, 27 Sep 2015 MENUANGKAN perjalanan kita dalam bentuk tulisan? Mengapa tidak. Jangan biarkan travelling berkesan kita berlalu begitu saja hanya dalam penggalan foto demi foto, lalu dishare di media sosial atau di blog. “Menuliskan perjalanan adalah juga suatu perjalanan,” begitu kata Agustinus Wibowo, seorang penulis dan fotografer perjalanan kepada peserta workshop ‘Travelling Writing’ di gedung Smesco UKM/RumahKU (Rumahnya Koperasi dan UKM), Minggu (27/9). Pria asal Jawa Timur itu sengaja diundang Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (LLP-KUKM) Kemenkop dan UKM yang dipimpin Ahmad Zabadi itu untuk mengisi acara SMESCO Art Fest dan Netizen Vaganza 2015 pada 26-27 September 2915. Kegiatan itu berisikan berbagai workshop, antara lain ‘Travelling Writing’. Mengapa workshop bertema ini diangkat? Karena ternyata, sebagaimana diutarakan Ahmad Zabadi, menuliskan travelling dalam sisi yang lain seperti yang dilakoni Agustinus Wibowo, bisa menghasilkan uang. Selain tulisan dapat dinikmati oleh diri sendiri, juga bisa dipublikasikan di media, yang tentunya akan mendapatkan honor penulisan. Dan, kalau beruntung, penerbit akan membukukan jurnal perjalanan tersebut. Karya ini pun akan mendatangkan pundi-pundi uang dan juga kepuasan batin. Di hadapan para peserta workshop yang sebagian besar blogger, sarjana ilmu komputer di [...]

September 27, 2015 // 2 Comments

[Outdoor Exploration户外探险]:旅行就是回家

Interview with a Chinese Magazine, “Outdoor Exploration” (户外探险) on traveling and travel philosophy. 旅行就是回家 Agustinus Wibowo 印尼华人,旅行作家,2002年开始背包旅行,曾三次进入阿富汗,在那里生活了将近三年,并曾深入阿富汗最人迹罕至的瓦罕走廊地带,寻找电视新闻以外的阿富汗;也曾游历中亚五国所有的边境地区。每次的旅行,他都选择最艰苦的方式,搭车、住最廉价的旅馆。在旅行中,他全部的兴趣都在人的身上,已经出版两本旅行文学畅销书《A Blanket of Dust: Dreams and Pride from the War-torn Afghanistan》《Borderlands: A Journey to Central Asia》《Ground Zero: When the Journey Takes You Home》,最近还将余华的小说《活着》首次翻译成印尼文版本。   只有在旅行中才没有身份 [...]

July 27, 2015 // 0 Comments

【中国文化译研网】:我愿搭起一座桥梁——对话印度尼西亚作家、翻译家翁鸿鸣

http://www.cctss.org/portal.php?mod=view&aid=801 Interview during 2015 Sino-Foreign Audiovisual Translation and Dubbing Cooperation Symposium, in correlation with Shanghai International Film Festival 2015. 【影视】我愿搭起一座桥梁——对话印度尼西亚作家、翻译家翁鸿鸣 2015-07-22 14:45| Original author: 徐奕欣|Location: 中国文化译研网 Description: 有这样一位印尼华侨,他第一次将中国的文学作品直接翻译成印尼语,引入印度尼西亚;他又用自己的生花妙笔,写下他在寻根之旅的种种感悟,直接展示了一个印 尼华侨关于故乡和他乡的思考。他是翁鸿鸣(Agustinus Wibowo),印度尼西亚裔华人,双语作家,自由翻译者,同时也是将余华作品翻译引入印度尼西亚的第一人。 东南亚地区集中了大量的华人,他们侨居异地,但是仍然与中国血脉相连。对于他们中的有些人来说,中国是一个略微有些模糊的概念,因为在异国,除了长辈们的 口耳相传,他们并没有太多接触中国文化的途径。然而,有这样一位印尼华侨,他第一次将中国的文学作品直接翻译成印尼语,引入印度尼西亚;他又用自己的生花 [...]

July 22, 2015 // 0 Comments

[旅行家Traveler] :瓦罕走廊天堂何处

  旅行家2015年4月期 阿富汗的风筝 说其遥远,其实并不准确。地图上,阿富汗甚至有一角领土与中国比邻,那一条狭长的通道就是本期专题的主打目的地——瓦罕走廊。     瓦罕走廊天堂何处 策划 | 本刊编辑部 执行 | 邓丽颖 程婉 特约撰稿人 | Agustinus Wibowo 翻译 | 黄文静 肖若琳   十多年前,我第一次去阿富汗旅行,在这个战争的伤疤无处不在的国度,一位旅行者告诉我,在阿富汗有一处“隐藏的天堂”。那是我第一次听到瓦罕走廊的名字。翻看地图,它像是海底深处一条狭长的裂隙,北抵塔吉克斯坦,南至巴基斯坦,东临中国。这是世界上最偏远国家之中的最偏远的地方之一。然而,在几世纪前,瓦罕走廊却是连通中国和西域各国,那条繁华的丝绸之路的一部分。 放眼望去,阿姆河看起来稀松平常。河水湍急有力,流过险峻的谷底时会发出隆隆的巨响。有时水面宽阔,甚至看不到对面的河岸。有时水面狭窄,可以毫不费力地将石子扔过20米宽的河面。无论阿姆河在100年内如何坚定地分开了两岸的时间维度,但事实上它流经了许多国家。 河的对面是塔吉克斯坦,这显而易见。倾斜的木制电线杆, [...]

July 2, 2015 // 0 Comments

Indonesian Youth Conference: Siap Bersinergi untuk ASEAN?

Indonesian Youth Conference (IYC) mengajak kamu hadir ke talkshow ‘Siap Bersinergi Untuk ASEAN?’ untuk membuka wawasan kita seputar  Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan apa yang harus kita persiapkan langsung dari mereka yang pernah bersinergi dengan teman-teman dari negara ASEAN lainnya. Bersama: Chiki Fawzi (Seniman), Agustinus Wibowo (Penulis dan Traveler), dan Ilman Dzikri (President of ISAFIS). Sabtu, 27 Juni 2015 pukul 15.00-17.00 di Conclave, Jl. Wijaya 1 No. 5C, Jakarta Selatan. Daftarkan dirimu di bit.ly/IYCtalkshow segera! GRATIS Sampai jumpa hari Sabtu! Tempat terbatas. Narahubung Ryani [...]

June 25, 2015 // 3 Comments

Jawa Pos (2015): Traveling Gila tanpa Lewat Udara

Agustinus Wibowo, Traveler dan Travel Writer Muda Indonesia http://www.jawapos.com/baca/artikel/18472/agustinus-wibowo-traveler-dan-travel-writer-muda-indonesia Traveling Gila tanpa Lewat Udara 7/06/15, 05:00 WIB Hidup adalah perjalanan. Sebagai traveler sekaligus travel writer, Agustinus Wibowo tentu sudah akrab dengan jalanan. Stempel belasan negara telah melekat di paspor. Puluhan ribu kilo sudah ditempuh. Banyak cerita dan potret yang telah dihimpun dan dibagi. Apa lagi yang dia cari? MELIHAT sosok Agustinus Wibowo, orang tidak akan langsung percaya bahwa empunya nama pernah menjajal profesi pewarta foto di Afghanistan. Penampilan sederhana –kaus, celana selutut, serta sepatu olahraga serbagelap– dengan didukung wajahnya yang ramah senyum, pria asal Lumajang tersebut tampak innocent. Bahkan, mengutip traveler Malaysia Lam Li, Agus tampak seperti ’’anak lelaki lucu’’. ’’Jadi, traveler adalah salah satu impian masa kecil saya. Beginilah saya sekarang. Serba berpindah-pindah,’’ kata sulung dari dua bersaudara itu. Padahal, Agus kecil bukan anak yang pemberani. Untuk menempuh jarak ratusan meter, dia lebih memilih naik becak. Padahal, kota tempat dia tinggal, Lumajang, bukan kota yang besar dan ganas. Setiap hari lelaki pemalu itu memilih berdiam diri di rumah untuk membaca buku. Buku pintar, ensiklopedia, bahkan buku pelajaran menjadi makanan sehari-hari buat Agus. Hobi tersebut membawa berkah buatnya. Selama SD hingga SMA, dia tidak pernah luput dari [...]

June 7, 2015 // 24 Comments

行李︱Agustinus:在阿富汗的3年里……

 2015-05-15 行李 他是堪比奈保尔的著名作家,曾以最艰苦的方式在阿富汗生活3年,深入人迹罕至的瓦罕走廊,并游历中亚5国所有边界地区,现正采访印尼数百个岛屿的神秘故事。 (Augustin Wibowo在帕米尔高原) 行李&Augustin Wibowo 行李:你最近刚参加完伦敦书展? Augustin :是,印尼是今年法兰克福书展的主题国,所以印尼出版界推荐了很多本国作家到世界各地参加书展。伦敦书展是世界第二大书展,我是作为印尼游记文学的作家代表去伦敦演讲,介绍印尼游记文学的情况。 行李:在国外,游记文学已经单独作为一个门类了吗? Augustin :在英国是这样。英国在游记文学方面是全世界最发达的,已经有几百年历史,英国人很早就开始到世界各地游历,游记文学在英国已经变成一个门类,这个是他们文化的一部分。在美国,travelwriting这个词并不流行,但你在英国的书店里,所有在travel门类下的书基本都是旅行文学类的,甚至历史、地理、传记类的书籍都包含在里面。但在其他国家,travelwriting一般只有导游书。 行李:中国现在也出现了大量游记文学,但感觉真正好的作品并不多,你在读游记文学方面有什么经验? Augustin [...]

May 17, 2015 // 1 Comment

CNN Indonesia: Indonesia Darurat Penulis Buku Perjalanan

Vega Probo, CNN Indonesia Kamis, 14/05/2015 11:15 WIB Jakarta, CNN Indonesia — Minimnya buku perjalanan Indonesia—narasi, bukan panduan—yang ditulis oleh orang Indonesia, mendorong penulis Agustinus Wibowo untuk memulai proyek baru: keliling Indonesia. Hal ini berawal dari keprihatinannya. “Kebanyakan buku perjalanan Indonesia ditulis oleh orang asing. Mereka memberikan pandangan atas-bawah,” kata Agustinus kepada CNN Indonesia, saat ditemui di kawasan Slipi, Jakarta Barat, baru-baru ini. Pandangan atas-bawah yang dimaksud Agustinus merujuk pandangan yang merendahkan: bangsa asing merasa dirinya lebih unggul, sementara bangsa Indonesia dipandang negatif dan primitif. Ia pun melanjutkan, “Berbeda halnya bila buku perjalanan Indonesia ditulis sendiri oleh orang Indonesia, maka pandangan yang diberikannya sejajar, tidak berat sebelah.” Sebagai penulis perjalanan, pria asal Lumajang, Jawa Timur, ini mengakui tulisan perjalanan membawa bias dan persepsi dari orang yang melakukannya. Tanpa disadari, terjadi penjajahan fantasi. Contohnya, orang Indonesia digambarkan sebagai si pemalas oleh orang asing. Fatalnya, bila literatur asing ini dibaca anak cucu kita, maka begitulah gambaran yang ia dapat tentang nenek moyangnya. Padahal tidak semua orang Indonesia malas. Gambaran salah kaprah macam ini tidak akan terjadi andai orang Indonesia sendiri yang melakukan penjelajahan dan mencatatnya dalam buku perjalanan. Padahal lagi, bangsa Indonesia adalah bangsa bahari yang [...]

May 14, 2015 // 7 Comments

CNN Indonesia: Agustinus Wibowo Menjamah Perbatasan Papua

Vega Probo, CNN Indonesia Rabu, 13/05/2015 22:01 WIB   Jakarta, CNN Indonesia — Dituduh mata-mata OPM dan “diintai” buaya saat melintasi perairan. Begitulah antara lain petualangan seru yang dialami penulis Agustinus Wibowo saat blusukan di daerah perbatasan Papua-Papua Nugini, beberapa waktu lalu. Petualangan yang dilakoninya selama beberapa bulan ini merupakan awal dari sebuah proyek besar: berkeliling Indonesia. Berikutnya, ia akan mengestafet perjalanan ke daerah perbatasan Indonesia lain dan merangkumnya dalam sebuah buku perjalanan. “Kebanyakan buku perjalanan Indonesia ditulis oleh orang asing. Mereka memberikan pandangan atas-bawah,” kata Agustinus kepada CNN Indonesia, saat ditemui di kawasan Slipi, Jakarta Barat, baru-baru ini. Dengan melakukan dan menulis perjalanan sendiri, setidaknya, menurut Agustinus, kita—orang Indonesia—tidak perlu meminjam persepsi bangsa asing untuk mengenal dan memahami negerinya. Pandangan yang diberikan pun sejajar, tak berat sebelah. Bukan perkara mudah bagi penulis buku Selimut Debu, Garis Batas dan Titik Nol ini untuk menjelajahi daerah perbatasan Papua. Akses terbatas, kriminalitas tinggi, dan komunikasi pun terkendala. Namun semua itu tak menyurutkan semangatnya. Ice Breaking Setiap Hari Lalu, bagaimana caranya menyatu dengan warga setempat? Mengingat tidak banyak turis di daerah perbatasan Papua. Terlebih secara fisik, Agustinus, yang bermata sipit dan berkulit kuning, terlihat mencolok dan asing. “Saya harus [...]

May 13, 2015 // 2 Comments

中国网:呈现|“寻家”之路 道阻且长(No.103)

印尼人?中国人?从18岁起,奥古斯丁开始只身踏上“寻家”之路,当行走成为挑战自我的模式,他的足迹开始踏及吉尔吉克斯坦,巴基斯坦,土库曼斯坦,伊朗,遍布整个中东。终于,他通过行走得到了内心的和解,打破了旧有的“墙”,让当下和过去握手言和。 An in-depth article from China.com.cn (中国网) on my searching of identity as a Chinese Indonesian, about my winding journey to find the real “home”.   中国网 原创 2015-05-09 陈潇 印尼华人作家奥古斯丁最近把自己微信签名改为“新书要出啦”。34岁,十余年旅途,行走阿富汗、巴基斯坦、外蒙古等地。按他话说,《Ground Zero》作为他第三本书甚至凝聚他30年行走心血,一切视角核心围绕“家”。“对,我就是想给大家讲一个回家的故事”。 “寻家”因于他曾分不清自己是哪里人,印尼人?华人?这种自我身份无法认同的过程驱动他踏上寻家之旅。如今,他用文字讲述自己的故事,在路上寻家的过程。 实际上,印尼,中国,印尼华人,两片土地,以及在这上面生活肇始非同源的人们,从上上个世纪开始曾为生存而共存或斗争,更多沦为政治纠葛而罅隙,周遭山河变,转眼一切让在新土地上生活的人们,开始尝试和自己内心和解,用时光消融曾经的伤或痛。 [...]

May 10, 2015 // 0 Comments

中国网:呈现106期–行走故事–世界那么大,我想找个“家”

http://h5.china.com.cn/cx/publish/0509/ 想讲一个“回家”的故事 奥古斯丁,印尼华人作家,34岁。由于自我身份无法认同的过程驱动他踏上“寻家”之旅。奥古斯丁行走世界,虽漫笔各地域,落笔终回归印尼和华人的人与事,字里字外尝试解读这个新世界。  中国曾让他“看不懂” 奥古斯丁很难与长辈交流,无法得知更多关于中国的事情。联姻结盟后,他的表兄弟中开始出现蓝眼睛的后代。近百年历史沉浮,贯穿印尼华人祖孙辈的情感羁绊,因语言障碍,因联姻,情感在一步步萎缩。  陌生又熟悉的中国版图 大多数印尼华人对于中国的印象皆自一代代口耳相传下来模糊记忆,更多源于想象,且所有记忆也仅停留当初第一批移民华人离开中国时的样子。  回中国是当时印尼华人梦想 奥古斯丁被同学称为中国“新客”;老师说:“你是中国人”;妈妈说:“你要回中国,那里是你的家”。伴随着苏哈托极权时代的“排华运动”,印尼华人境遇每况愈下。越是被压抑,越发加深内心无限放大对中国的信仰。  他是大家眼里的“印尼人” 18岁的奥古斯丁只身踏上中国寻“根”之路,清华大学的学习压力将他的恐惧感延续,曾一度想到自杀。从大学期间的中国生活,直至后来留京工作,奥古斯丁觉得中国没有带给他“家”的感受。 [...]

May 9, 2015 // 3 Comments

Adventurer Agustinus Wibowo: A journey home

By Rory Howard China.org.cn, May 8, 2015 Agustinus Wibowo is a Chinese-Indonesian author. At first glance, he seems more like a traveler than an adventurer and more like a happy conversationalist than a philosopher. But just as my first impression of him is challenged by what I learn of him in our conversation, so too do we find in his latest book, “Ground Zero: When the Journey Takes You Home,” that his sense of self has been tested by his upbringing, his culture and his travels. Danger, charity, humanity Wibowo’s first two books – “A Blanket of Dust” and “Borderlines: A Journey to Central Asia” – tell of his earlier travels through Afghanistan, Tajikistan, Kyrgyzstan, Kazakhstan and Uzbekistan. When asked what took him to these places, he answers that his journeys were governed by chance. “I wanted to be a journalist, but I didn’t have a background in journalism. The road itself is the best university,” he says. His journey began in China, the “land of his ancestors,” where he studied computer engineering for many years in Beijing before becoming disillusioned by education. He had no interest in pursuing a career in his field, so he decided he had to travel [...]

May 8, 2015 // 1 Comment

Antara: Penulis Indonesia berbagi pengalaman di London

Minggu, 19 April 2015 06:56 WIB | 9.486 Views Pewarta: Zeynita Gibbons London (ANTARA News) – Penulis Indonesia berbagi pengalaman dengan pecinta buku dalam ajang pameran bergengsi London Book Fair 2015 yang digelar di gedung Olympia, London pada 14-16 April 2015. Penulis Indonesia, Agustinus Wibowo di London, Minggu mengatakan, berbagi pengalaman bersama Elizabeth Pisani, penulis buku “Indonesia Exploring the Improbable Nation” di London Book Fair merupakan pengalaman berkesan dalam hidupnya. “Tampil dalam London Book Fair merupakan salah satu percakapan terbaik yang pernah saya tampilkan di talkshow,” ujar “travel writer” berusia 34 tahun yang merupakan penulis buku “bestseller” “Selimut Debu, Garis Batas dan Titik Nol”. Indonesia untuk pertama kalinya tampil dalam London Book Fair yang didukung Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) dengan menghadirkan lebih dari 15 penerbit Indonesia dalam pameran selama tiga hari ini. Stan Indonesia selain memperagakan sekitar 200 judul buku juga mengelar “talkshow” yang menampilkan diskusi buku “Lelaki Harimau” karya Eka Kurniawan yang baru diterjemahkan dan diterbitkan dalam bahasa Inggris dengan judul “Man Tiger”. Selain itu, peluncuran buku “Sophis TEAcation – An Anthology of Porcelain Teacups Collecting”, acara bincang-bincang tentang buku digital/animasi serta kisah perjalanan [...]

April 19, 2015 // 0 Comments

CNN Indonesia: Penulis Indonesia Berjaya di London Book Fair

Vega Probo, CNN Indonesia Jumat, 17/04/2015 12:25 WIB   Jakarta, CNN Indonesia — Stand Indonesia di ajang London Book Fair (LBF), meriuh saat digelar acara bincang-bincang Indonesian Travel Writing: When Indonesians See The World yang menghadirkan penulis Agustinus Wibowo, pada Kamis (16/4), pukul 11 waktu Inggris. Agaknya publik London mulai jatuh hati pada kisah-kisah seru yang dipaparkan oleh penulis Indonesia. Sebagaimana diketahui, Agustinus adalah penulis buku best seller berjudul Selimut Debut, Garis Batas, dan Titik Nol. “Kalau ditotal sekitar 30 orang yang mendengarkan acara, baik di tempat duduk maupun dari luar stand. Di luar stand juga diputar video-video Afghanistan yang menarik pengunjung untuk datang,” tulis Agustinus melalui surel kepada CNN Indonesia (17/4). Stand Indonesia, 5B140, menampilkan 223 judul buku pilihan dari berbagai penerbit. LBF adalah ajang jual beli rights buku. LBF diramaikan 25.000 pelaku industri dari 124 negara. Selain itu, juga digelar acara diskusi dan pameran foto. “Stand Indonesia terletak di corner dengan lemari buku di sisi-sisi tembok yang menampilkan buku anak-anak, sastra, dan fotografi. Ruangan terbuka di keempat sisi tembok sehingga pengunjung bisa mengalir dari berbagai arah,” kata Agustinus. Pengalaman Lebih Berharga Ketimbang Uang Pria yang kenyang bertualang ini tak tampil sendirian, melainkan bersama Elizabeth Pisani, penulis Indonesia Etc. [...]

April 17, 2015 // 9 Comments

CNN Indonesia: Cengkeram Penulis Indonesia di Eropa Makin Kuat

Vega Probo, CNN Indonesia Selasa, 14/04/2015 16:10 WIB   Jakarta, CNN Indonesia — Hanya segelintir penulis Indonesia yang karya-karyanya dikenal di luar negeri. Sebut saja, Pramoedya Ananta Toer. Namun kini, agaknya angin sejuk tengah berembus membawa nama-nama penulis baru ke daratan Eropa. Dua penulis Indonesia, Eka Kurniawan dan Agustinus Wibowo, turut berpartisipasi di London Book Fair di London, Inggris, pada 14-16 April 2015. Nama yang disebut terakhir ini dikenal lewat buku Selimut Debut, Garis Batas, dan Titik Nol. “Saya ada talkshow soal travel writing Indonesia dan pameran foto Melihat Dunia dari Lensa Orang Indonesia,” kata Agustinus kepada CNN Indonesia melalui pesan singkat, hari ini (14/4). “Kegiatan saya nanti pas hari terakhir, 16 April.” Saat ini, Agustinus mengaku sedang berkeliling arena bersama rombongan Indonesia. Selain Eka dan Agustinus, juga turut Desiree Sitompoel (seniman dan kolektor cangkir), Haidar Bagir (cendekiawan dan penulis), Putut Widjanarko (Penerbit Mizan),  Lucya Andam Dewi (Presiden IKAPI), serta Sari Meutia (CEO Mizan Publishing, Koordinator Promosi dan Publikasi Komite Nasional Indonesia di London Book Fair). Eka dikenal lewat buku Lelaki Harimau yang telah diterbitkan oleh Verso UK dengan judul Man Tiger. Desiree meluncurkan buku SophisTEAcation-An Anthology of Porcelain Teacups Collecting, yang ditulis oleh Arlyn Lawrence. Haidar, Putut dan Lucya [...]

April 14, 2015 // 0 Comments

Hipwee: Agustinus Wibowo, Si Penembus Garis Batas dan Catatan Perjalanan yang Tak Melulu Indah

Danar Mustofa | Feb 3, 2015 Hipwee “Bagi saya perjalanan bukan lagi gaya hidup. Tapi perjalanan adalah kehidupan yang sesungguhnya.” Agustinus Wibowo Maraknya tren traveling memunculkan banyak penulis catatan perjalanan dengan gayanya masing-masing. Ada yang kocak, menjual tempat-tempat indah, sampai yang gemar menceritakan proses menemukan diri yang ia rasakan selama perjalanan. Ada satu pejalan Indonesia yang berbeda dari itu semua — Agustinus Wibowo namanya. Ia memilih berjalan ke negeri-negeri penuh konflik, tinggal bertahun-tahun di sana, mempelajari bahasanya, menyelundup dari satu perbatasan ke perbatasan lain tanpa visa demi satu hal: menjadi manusia.   Berbeda dengan pejalan lain yang mengunjungi destinasi indah semata, Agustinus justru pergi ke tempat-tempat yang dihindari orang karena ketidakamanannya Bicara soal pejalan yang sekarang naik daun tentu membuat pikiran kita terbang pada destinasi eksotis yang sudah tersohor. Eropa, Amerika, New Zealand, Singapura, Jepang, sampai Australia jadi destinasi favorit the so called traveler untuk melangkahkan kaki. Namun, apa yang akan kalian pikirkan ketika mendengar Afghanistan, Tajikistan, Kazakhstan maupun Turkmenistan? Tak salah memang jika dalam kepala akan muncul bayangan tentang perang, bom, dan huru-hara yang sering terjadi di sana. Sebab seluruh pemberitaan di media lain mengabarkan tentang hal yang serupa. Namun pernahkah kalian mendengar tentang pegunungan Pamir, maupun lembah Bamiyan yang [...]

February 3, 2015 // 0 Comments

To Live 活着 by Yu Hua 余华 (Penerjemah Bahasa Indonesia: Agustinus Wibowo)

To Live (活着) karya Yu Hua (余华) adalah buku terjemahan pertama saya dari bahasa Mandarin ke bahasa Indonesia, akan diterbitkan Gramedia Pustaka Utama, 7 Februari 2015.  Novel kedua karya Yu Hua yang saya terjemahkan, Kisah Pedagang Darah (许三观卖血记) juga akan segera terbit setelah ini.   Buku peraih penghargaan yang awalnya dilarang terbit lalu menjadi buku paling berpengaruh di China dekade terakhir ini. Dari seorang anak tuan tanah kaya yang menghabiskan waktu di meja judi dan ranjang pelacur, Fugui kehilangan harta dan orang-orang yang dicintainya. Dia berusaha bertahan hidup di tengah kekejaman perang saudara, absurditas Revolusi Kebudayaan, hingga bencana kelaparan yang melanda China akibat kekeliruan kebijakan Mao. Kisah tragis kehidupan seorang Fugui merangkum kengerian perjalanan sejarah negeri China di tengah ingar-bingar revolusi komunis. To Live adalah karya kontroversial salah satu novelis terbaik China yang sempat dilarang beredar di China, telah meraih berbagai penghargaan sastra internasional, difilmkan, dan telah diterjemahkan ke lebih dari 20 bahasa. Dengan kata-katanya yang sederhana namun bergemuruh dan menggugah, Yu Hua bercerita tentang sebuah China. Yang begitu nyata, tanpa basa-basi.   Purnakata dari Penerjemah Berhidup demi Hidup Saya menemukan tubuh nenek saya terbujur dalam peti mati kecil, matanya terpejam, bagai dalam tidur yang begitu damai. Cuma satu peti [...]

February 3, 2015 // 18 Comments

[VIDEO] Net TV (2014): Talk Show Perjalanan minat khusus bersama Agustinus Wibowo

Indonesia Morning Show Net TV 29 December 2014: Talk Show Perjalanan minat khusus bersama Agustinus Wibowo Agustinus Wibowo not only travels, but also learning the life of the people in the regions he visits. He has visited countries like Afghanistan, Mongolia, Pakistan, and just returned from a three-month journey in Papua New Guinea, and is projecting to visit all Indonesian borders. In Indonesia Morning Show NET TV 29 December 2014, Agustinus talks about his journey and what he has learned.     Talkshow in Indonesia Morning Show program of Net TV on traveling to unusual places to learn about the life of the [...]

January 27, 2015 // 7 Comments

1 2 3 4 5 11