Recommended

travel writing

Australia Plus: 翁鸿鸣–华裔印尼旅行作家的中国情愫

Interview with Australia Plus on Perth Writers Festival, Chinese Version http://australiaplus.cn/in-person/翁鸿鸣-华裔印尼旅行作家的中国情愫 翁鸿鸣(Agustinus Wibowo)是一位旅行作家和摄影师,来自印度尼西亚。近日他参加了在西澳州首府珀斯举行的作家节。翁鸿鸣被视为印尼旅行文学一个新流派的先锋,他的故事让读者能体验他的亲身经历以及精神和情感的旅程。澳洲佳与翁鸿鸣进行了访谈。 你在珀斯作家节上讨论了什么话题? 我参加了两场讨论,第一场是与澳大利亚著名的探险家与旅行作家蒂姆·蔻普(Tim Cope)一起进行题为“游历生活”的讨论。 我与蒂姆一起讨论的其中一个有趣问题是我们是不是会自称为现代游牧一族。 我的观点是,游牧与为了自己进行的旅行有巨大差别。 游牧族一年内迁徙多达四次(跟随季节的转变),但是他们在春天、夏天、秋天以及冬天都有固定的牧场。他们仍然受到边界的限制,国际上的或者传统上的限制,而且他们游牧的目的是为了生存。 相比之下,一个现代旅行者在选择去哪里以及为何去都拥有多得多的自由。 我参加的另一场讨论叫“这个被称为家的地方”,一同参加的还有尼日利亚的诗人因努瓦·爱拉姆斯(Inua Ellams)以及南非的活跃人士斯桑克·姆希曼(Sisonke Msimang)。 [...]

March 31, 2017 // 0 Comments

THE JAKARTA POST CREATIVE WRITING WORKSHOP: Travel Writing

https://tjpcreativewriting.com/2017/03/26/travel-writing/ Instructor: Agustinus Wibowo We have arrived in an era where virtually everybody can travel. Somehow, the dream of exploring the unfamiliar world, a dream that decades ago seemed impossible, now has become a reality for many people. Being a travel writer is one plausible way to achieve this. It is still one of the best jobs in the world, as it enables one to travel extensively, and get paid for it. But competition is harsh; to be a distinctive and qualified travel writer is not as easy as it sounds. Moreover, travel writing is a new genre in Indonesia with so much space to learn from the far more mature industry of travel writing out in the West. This course will bring you to diverse aspects of travel writing. We will discuss many representative works from some of the best travel writers and their work. We will also dig into the reality of travel writing as a profession. This course is perfect for journalists, freelance writers, memoir writers, even fiction writers. Nevertheless, students are not required to have any previous coursework in Creative Writing. At the end of this course, you will be able to: develop ideas and direct your [...]

March 30, 2017 // 2 Comments

Book Launch: Ground Zero–When the Journey Takes You Home

  It’s TODAY! The launching of “Ground Zero: When the Journey Takes You Home”. When it comes to most people’s mind, traveling is about going somewhere. But here, we will discuss the other part, the most important part, of traveling: homecoming. Today I will share my journeys on the roads of Asian countries, including the adventures of sneaking as a Chinese citizen into Tibet and the years of living dangerously in Afghanistan, until my homecoming to Indonesia to face the reality of home. The other speaker in this program, Noor Sabah Nael Traavik had experienced a roller-coaster life journey from the war-ridden Afghanistan, being refugee in Iran, until becoming a Norwegian diplomat. Both of us will discuss the meaning of traveling, seeking and finding, the conflict of identities, and home. This panel will be moderated by Nathalie Indry. So, we are really looking forward to seeing you all guys there in Plaza Senayan, today at 4pm. Have a nice journey! Friday, November 20th 2015 4-6 pm Kinokuniya Bookstore, Sogo, Plaza Senayan, [...]

November 20, 2015 // 1 Comment

Pre-Order Ground Zero (Autographed Limited Edition)

  Ground Zero: When the Journey Takes You Home After ten years wandering the world, Agustinus Wibowo has finally come home. He is now forced to face a reality that he has always feared. His mother is on the brink of death, as cancer ravages her body. Not unlike Scherazade who reads through one thousand and one tales over as many nights, the traveller recounts his journey to his ailing mother, who has barely ever left their little village in Java, Indonesia. He talks about the illusory homeland of China, the holy Tibet, the spiritual Nepal, the dramatic India, the struggling Pakistan, and the surviving Afghanistan. And along with these stories, his mother finally finds a voice to recount her own life journey. Fragments of their lives come together, two distinctive roads spanning time and distance only to converge, to become a heart-wrenching tale of love and survival. “Relating his travels to his dying mother, Wibowo beautifully captures the bittersweet experience of solo travel.  The excitement of discovery, the shadow of a changeling identity and the low-grade thrum of the road not taken combine to produce this lyrical journey through time and place.” –Elizabeth Pisani, author of Indonesia Etc.: [...]

October 21, 2015 // 3 Comments

From Zero to Frankfurt: The Translating Process of Ground Zero

The journey began when a mother is lying on a hospital bed, dying. The son who has been years living overseas finally returns. Realizing not much time left, the son sits beside her, reads his diary about faraway lands he saw. About their ancestral land of China, about the Himalayas, about the Pakistani desert and the warzone of Afghanistan. Along with his stories, the mother starts to recount her stories that have been buried for long. About her childhood, her love, her awaiting, her struggle, her God, her life and death. Two journeys set in two dimensions of time and place intertwine, and eventually converge. In the final days, the mother and son share a journey of life together. This is the story of my travel-narrative memoir, Titik Nol: Makna Sebuah Perjalanan (lit. Point Zero: The Essence of a Journey), published in Indonesian language by Gramedia Pustaka Utama in 2013. It received quite warm welcome from Indonesian readers. Some months after the launching, Gramedia asked whether I was interested to translate this book into English. At that time Indonesia has been confirmed to be the Guest of Honor in the Frankfurt Book Fair 2015. This is the biggest book exhibition [...]

October 12, 2015 // 0 Comments

Dari Titik Nol Menuju Frankfurt

Kisah ini dimulai dari seorang ibu yang terbaring di ranjang rumah sakit menanti ajal. Anaknya yang bertahun-tahun tinggal di perantauan akhirnya pulang. Menyadari tidak banyak waktu tersisa, anak itu duduk di samping ibunya, membacakan buku hariannya tentang negeri-negeri jauh yang pernah dialaminya. Bersama cerita-cerita itu, sang ibu yang tidak pernah ke mana-mana itu akhirnya membuka sebuah cerita yang selama ini dipendamnya. Tentang masa kecilnya, cintanya, penantiannya, perjuangannya, Tuhannya, hidup dan matinya. Dua perjalanan dalam dua dimensi waktu dan tempat itu berkelindan, akhirnya menyatu. Itulah kisah yang tertuang dalam memoar-cum-catatan-perjalanan saya, Titik Nol: Makna Sebuah Perjalanan, yang diterbitkan dalam bahasa Indonesia oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2013. Buku itu mendapat sambutan cukup hangat dari pembaca Indonesia. Beberapa bulan setelah buku itu terbit, penerbit menanyakan apakah saya tertarik menerjemahkannya ke dalam bahasa Inggris. Pada saat itu, Indonesia telah dipastikan akan menjadi Tamu Kehormatan dalam ajang pameran buku terbesar di dunia—Frankfurt Book Fair 2015. Itu artinya, fokus dunia perbukuan akan tertuju pada Indonesia. Namun terlepas Indonesia adalah negara dengan populasi terbesar keempat dunia dan industri buku yang sangat aktif dengan penerbitan 30.000 judul buku per tahun (faktor penting terpilihnya Indonesia sebagai Tamu Kehormatan), Indonesia masihlah sebuah negara “tembus pandang” di kancah perbukuan [...]

October 11, 2015 // 40 Comments

London Book Fair 15 April 2015: Penulis di Tengah Pameran Buku

Saya mendapat kehormatan menjadi salah satu penulis yang dikirim untuk berbicara di stand Indonesia pada forum London Book Fair 2015, yang diselenggarakan pada 14-16 April 2015 di Olympia, Kensington, kawasan barat London. Pameran ini diikuti 25.000 pelaku industri dari 124 negara, termasuk Indonesia yang membawa 200an judul pilihan dari berbagai penerbit. Indonesia, dalam partisipasi perdananya di ajang ini, menempati stan 5B140, yang berukuran hanya 20 meter, terletak jauh di ujung belakang Hall B yang berjarak sekitar 20 menit berjalan kaki dari pintu utama. Praktis, di tengah lautan puluhan ribu penerbit, stan Indonesia sangat tersembunyi dan nyaris tenggelam. Sementara di sekeliling stan Indonesia adalah stan dari negara-negara lain yang tidak kalah sepi, seperti dari Abu Dhabi, Slowakia, Al Ain, Dubai. Berbeda dengan pameran buku yang pernah saya hadiri, London Book Fair murni bisnis, bukan ajang jumpa pembaca atau penikmatan sastra. Para pengunjung adalah para pemain industri seperti penerbit, pedagang hak cipta, agen literasi. Kelompok pengunjung lainnya adalah para pekerjanya seperti penulis, penerjemah, desainer, jurnalis. Pengalaman pertama menghadiri pameran buku seraksasa ini sangat mengobrak-abrik pemikiran saya. Di balairung utama Grand Hal, berjajar stan-stan dari penerbit besar dunia: Penguins, Harper Collins, Oxford, juga negara-negara Eropa seperti Prancis, Skandinavia, Jerman. Ini adalah zona yang [...]

September 28, 2015 // 7 Comments

Pos Sore (2015): Agustinus Wibowo Berbagi Ilmu ‘Travel Writing’

http://possore.com/2015/09/27/agustinus-wibowo-berbagi-ilmu-travelling-writing/ SMESCO Art Fest & Netizen Vaganza 2015 Minggu, 27 Sep 2015 MENUANGKAN perjalanan kita dalam bentuk tulisan? Mengapa tidak. Jangan biarkan travelling berkesan kita berlalu begitu saja hanya dalam penggalan foto demi foto, lalu dishare di media sosial atau di blog. “Menuliskan perjalanan adalah juga suatu perjalanan,” begitu kata Agustinus Wibowo, seorang penulis dan fotografer perjalanan kepada peserta workshop ‘Travelling Writing’ di gedung Smesco UKM/RumahKU (Rumahnya Koperasi dan UKM), Minggu (27/9). Pria asal Jawa Timur itu sengaja diundang Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (LLP-KUKM) Kemenkop dan UKM yang dipimpin Ahmad Zabadi itu untuk mengisi acara SMESCO Art Fest dan Netizen Vaganza 2015 pada 26-27 September 2915. Kegiatan itu berisikan berbagai workshop, antara lain ‘Travelling Writing’. Mengapa workshop bertema ini diangkat? Karena ternyata, sebagaimana diutarakan Ahmad Zabadi, menuliskan travelling dalam sisi yang lain seperti yang dilakoni Agustinus Wibowo, bisa menghasilkan uang. Selain tulisan dapat dinikmati oleh diri sendiri, juga bisa dipublikasikan di media, yang tentunya akan mendapatkan honor penulisan. Dan, kalau beruntung, penerbit akan membukukan jurnal perjalanan tersebut. Karya ini pun akan mendatangkan pundi-pundi uang dan juga kepuasan batin. Di hadapan para peserta workshop yang sebagian besar blogger, sarjana ilmu komputer di [...]

September 27, 2015 // 2 Comments

CNN Indonesia: Indonesia Darurat Penulis Buku Perjalanan

Vega Probo, CNN Indonesia Kamis, 14/05/2015 11:15 WIB Jakarta, CNN Indonesia — Minimnya buku perjalanan Indonesia—narasi, bukan panduan—yang ditulis oleh orang Indonesia, mendorong penulis Agustinus Wibowo untuk memulai proyek baru: keliling Indonesia. Hal ini berawal dari keprihatinannya. “Kebanyakan buku perjalanan Indonesia ditulis oleh orang asing. Mereka memberikan pandangan atas-bawah,” kata Agustinus kepada CNN Indonesia, saat ditemui di kawasan Slipi, Jakarta Barat, baru-baru ini. Pandangan atas-bawah yang dimaksud Agustinus merujuk pandangan yang merendahkan: bangsa asing merasa dirinya lebih unggul, sementara bangsa Indonesia dipandang negatif dan primitif. Ia pun melanjutkan, “Berbeda halnya bila buku perjalanan Indonesia ditulis sendiri oleh orang Indonesia, maka pandangan yang diberikannya sejajar, tidak berat sebelah.” Sebagai penulis perjalanan, pria asal Lumajang, Jawa Timur, ini mengakui tulisan perjalanan membawa bias dan persepsi dari orang yang melakukannya. Tanpa disadari, terjadi penjajahan fantasi. Contohnya, orang Indonesia digambarkan sebagai si pemalas oleh orang asing. Fatalnya, bila literatur asing ini dibaca anak cucu kita, maka begitulah gambaran yang ia dapat tentang nenek moyangnya. Padahal tidak semua orang Indonesia malas. Gambaran salah kaprah macam ini tidak akan terjadi andai orang Indonesia sendiri yang melakukan penjelajahan dan mencatatnya dalam buku perjalanan. Padahal lagi, bangsa Indonesia adalah bangsa bahari yang [...]

May 14, 2015 // 7 Comments

[Audio] UWRF2013: Travellers

Ubud Writers and Readers Festival 2013 Travellers : Trinity, Don George, Tony Wheelers, Agustinus Wibowo & Lisa Dempster Travel – from the beginning of Lonely Planet to today, we track the journey of travel writing. Who are the travel writers these days, does what they say still have an impact or have we all become travel writers? Neka, 13 October 2014 http://www.ubudwritersfestival.com/audio/travellers-trinity-don-george-tony-wheelers-agustinus-wibowo-lisa-dempster/ Featuring:   Agustinus Wibowo Agustinus Wibowo is an Indonesian travel writer whose travel experiences have taken him through Asia to the Middle East. He is fascinated by cultures and traditions and is curious about how the world works as one when it is constantly divided by history and culture. He prefers to travel overland when he can and once entered Tibet by pretending to be a Chinese citizen. He also volunteered to help victims of a natural disaster in Kashmir, before deciding on a career in photojournalism and taking on an assignment in war-torn Afghanistan. His first book, considered a masterpiece by many, was Selimut Debu (A Blanket of Dust) and chronicles his journey in Afghanistan. It was followed by Garis Batas (Borderlines: A Journey Through Central Asia), which examines issues of borderlines across ex-Soviet republics, including psychological [...]

December 5, 2013 // 0 Comments

Jakarta Globe (2013): Learning By Traveling

  http://www.thejakartaglobe.com/blogs/agustinus-wibowo-learning-by-traveling/   Agustinus Wibowo: Learning By Traveling By Annisa Dewi Yustita on 1:36 pm November 28, 2013. Category Blogs, Cultural Musings Tags: Indonesia author, travel Villagers traveling on the truck in Afghanistan western provinces. The central route of Afghanistan connecting Herat to Kabul is unpaved for about 900 km. (Agency Photo) Traveling is more than just spending time in a particular place. On a deeper level it enables us to learn many things from our destination, such as the language, culture and its people. Agustinus Wibowo is an Indonesian travel writer whose travel experiences have taken him through Asia and the Middle East. He said that he was fascinated by the world’s cultures and traditions and was curious about how the world works despite its historical and cultural divisions. Agustinus started his journey going around Asia with just US$2,000 from his savings during his study at Tshinghua University in Beijing, China. When he ran out of money, he stayed for a while with local people and worked with them to collect money and continued his journey again. “I loved traveling from when I was a student in China. I used to be a homeboy and scared of going around [...]

November 28, 2013 // 1 Comment

Travel and Escape (2013): Are Travel Writers Obsolete?

  http://www.travelandescape.ca/2013/11/are-travel-writers-obsolete/ Not too long ago, travellers communicated with home via letters and the beloved blue-paper aerogram. Nowadays we text, email and update social media from even some of the farthest reaches of the world. It’s easy to tell our stories and the internet is flooded with blogs, Facebook updates and reviews from travellers worldwide. With this new information-sharing culture, are traditional travel writers and their stories going to become obsolete?This was the question asked of travel writing experts—Tony Wheeler, founder of Lonely Planet, Don George, editor of National Geographic Traveller, and Agustinus Wibowo, a leading Indonesian travel writer—at the 2013 Ubud Writers and Readers Festival in Bali. Here are their responses:Credit: Victoria Watts   Tony Wheeler: I don’t think travel writers will become obsolete. People are still going to want information in a trusted fashion. However, the way we get that information is changing. We read as many words as we ever did, we just don’t always read them on paper—we read them on screen, on our phones and through the internet. But we still read those words, so the demand for information is still there. Agustinus Wibowo: The world is constantly changing, the way we travel is changing [...]

November 27, 2013 // 0 Comments

National Geographic (2013): Literary Magic in Bali

http://intelligenttravel.nationalgeographic.com/2013/11/12/literary-magic-in-bali/   Literary Magic in Bali Posted by Don George of National Geographic Traveler in Travel with Heart on November 12, 2013 Last month I had the opportunity to participate for the second year in a row in the Ubud Writers & Readers Festival on the Indonesian island of Bali. At the six-day festival, I taught two travel writing workshops, spoke on a panel about the evolution of the genre, and hosted a luncheon conversation with the co-founders of Lonely Planet, Maureen and Tony Wheeler. Celebrating its tenth anniversary, this year’s fest was the biggest gathering yet, with more than 200 authors, musicians, and performers from more than 20 countries participating, and many hundreds of literature-lovers from around the Pacific Rim, Southeast Asia, and beyond attending. As with last year, I was exhilarated to encounter in panels and dinners and performances acclaimed and groundbreaking journalists, novelists, poets, and nonfiction writers from Indonesia, Malaysia, Myanmar, the Philippines, India, Sri Lanka, Australia, Egypt, Syria, Germany, France, Ireland, and England, as well as bright-eyed, book-hugging readers inspired by what these writers create. One of the festival’s highlights was the aforementioned travel writing panel, facilitated by Lisa Dempster, director of the Melbourne Writers Festival. [...]

November 12, 2013 // 0 Comments

Indonesia Book Fair (2013): Menulis Perjalanan Ke Dalam Diri Sendiri

http://www.indonesiabookfair.net/2013/11/09/agustinus-wibowo-menulis-perjalanan-ke-dalam-diri-sendiri/ Agustinus Wibowo: Menulis Perjalanan Ke Dalam Diri Sendiri Agustinus Wibowo (32), seorang backpacker penulis trilogi perjalanan Selimut Debu (2011), Garis Batas (2011), Titik Nol (2013) lahir 08 Agustus 1981 di Lumajang dan besar di sana. Kemudian, kuliah di Institut Teknologi Surabaya dan melanjutkannya di China. Seorang kutu buku yang tertarik pada backpacking ini, setelah berkenalan dengan backpacker perempuan asal Jepang. Pada tahun 2001, dia pun memulai perjalanannya ke Mongolia. Lalu, melanjutkannya lagi pada tahun 2005, setelah lulus kuliah, dengan  melintasi Tibet, Nepal, ke gurun pasir India, pegunungan di Pakistan Utara. Dia juga sempat bekerja sebagai sukarelawan gempa Kashmir, ke pedalaman Pakistan, berkeliling Afghanistan dengan hitchhiking, lalu ke Iran, Tajikistan, Kirgistan, Kazakhstan, Uzbekistan dan Turkmenistan. Perjalanannya terus berlanjut hingga Mei 2009, ketika akhirnya dia harus pulang ke Lumajang karena Mamanya divonis kanker dan harus menjalani pengobatan. Pada kesempatan pameran Indonesia Book Fair 2013, Sabtu (09/11) di Panggung Utama Istoran Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta ia membagikan pengalamannya dalam menulis buku perjalanan. Ia sendiri jika disebut berbeda dengan penulis perjalanan lain tidak mengiranya dan begitu tahu. Karena konsep yang ia pahami dari travel writing ini dari awal sebelum ia menulis sering membaca buku-buku traveler [...]

November 9, 2013 // 0 Comments

Viva (2013): Merangkum Dunia Lewat Rangkaian Kata

http://life.viva.co.id/news/read/455495-merangkum-dunia-lewat-rangkaian-kata Merangkum Dunia Lewat Rangkaian Kata Maya Sofia, Ananda Putri Laras Jum’at, 1 November 2013, 12:22 WIB  “Saya pergi ke negeri jauh, juga untuk mempelajari Indonesia.” VIVAlife – Seorang pria menyusuri perjalanan panjang. Khasmir telah dilihatnya dengan mata telanjang. Wilayah yang diperebutkan oleh India dan Pakistan. Dua negara ini bertetangga, namun saling bertempur melucuti ego masing-masing. Pernah juga ia tinggali Afghanistan, negeri yang diidentikan tentara Taliban. Kemudian kakinya melangkah terus ke Pakistan, Tajikistan, Kirgizstan, Kazakhstan, Uzbekistan, hingga Turkmenistan. Ia terus berpetualang mempelajari hidup dari berbagai sudut pandang. “Saya pergi ke negeri jauh, juga untuk mempelajari Indonesia,” ucap seorang pria bernama Agustinus Wibowo. Ia lah sang penjelajah negeri “stan” tersebut. Bagi Agustinus, negara-negara Asia Tengah adalah refleksi dari Tanah Airnya sendiri, Indonesia. Masih memiliki koneksi, sama-sama negara berlatar belakang terjajah yang dibebat konflik perbatasan. Berpindah latar ke Kamboja, pria lain menelisik detail Angkor Wat. Candi yang dibangun megah di kota Siem Reap. Relief-relief yang terukir begitu akrab di matanya. Berupa burung Garuda yang senantiasa bergeming pada kisah Ramayana. “Ternyata dunia wayang menarik, kisahnya mendunia di berbagai belahan bumi. Saya tidak hanya melihatnya di Indonesia, tapi [...]

November 1, 2013 // 0 Comments

Jakarta Post (2013): What Writers Think About Travel Writing

    http://www.jakpost.travel/news/what-writers-think-about-travel-writing-SDjzu7QgZ6JLP83q.html What writers think about travel writing By Raditya Margi, The Jakarta Post, Ubud | Oct 24, 2013 The Ubud Writers & Readers Festival (UMRF) 2013 in Bali brought several renowned travel writers such as Tony Wheeler, the founder of Lonely Planet publications, and Don George, who writes for many top-tier travel media like National Geographic Traveler. The two, along with Indonesian travel writers and book authors Trinity and Agustinus Wibowo, appeared on a panel discussion titled “The Traveler”, one of 75 main sessions on the UWRF. As the format becomes increasingly popular, masters such as Wheeler and George offered insights into what makes good travel writing. It is more than just a whimsical description of a faraway place. Wheeler said the content must be accurate, while Agustinus said that it must always be honest non-fiction. “Travel writing is fundamentally about a place – it’s about illuminating a place,” said George to The Jakarta Post Travel on the sidelines of the main panel session. According to George, there are two types of travel writing: the guidebook style and storytelling. “Guidebook writing is about giving central information – like where to stay and where to eat; and then there’s [...]

October 24, 2013 // 0 Comments

Malang Post (2013): Awas Virus Writer’s Block!

  http://www.malang-post.com/edupolitan/75323-awas-virus-writers-block Awas Virus Writer’s Block! Sunday, 20 October 2013 10:28 MALANG – Writer’s block atau hilangnya ide dalam proses penulisan pasti pernah dialami semua penulis, bahkan mereka yang terbilang produktif sekalipun. Banyak orang yang gemar menulis atau memiliki latar belakang pekerjaan yang membutuhkan kecakapan menulis seperti penulis buku atau penulis naskah film yang sering merasa mentok. Hal ini menjadi trending topic dalam diskusi kepenulisan TechnoFair Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (UB), Creativolution: Revolusi Kepenulisan yang Bukan Sekedar Goresan Pena di Gedung Widyaloka Sabtu (19/10) pagi lalu. Pada kegiatan tersebut, ketiga pemateri, Husnun N Djuraid, Eros Djarot, dan Agustinus Wibowo dihujani dengan pertanyaan-pertanyaan seputar proses kreatif penulisan. “Rasanya, apa yang kita tulis tidak lagi ‘menggigit’ saat dibaca. Karya yang kita buat tidak maksimal, dan yang paling mengesalkan, kita seperti tersesat pada alur naskah itu,” urai Eros yang disambut anggukan setuju oleh kurang lebih 200 peserta yang memadati gedung. Menurut ketiga pemateri tersebut, writer’s block tidak akan berakibat fatal jika disikapi dengan bijak. Terkait hal itu, setiap penulis memiliki cara masing-masing yang dirasa paling tepat untuk mengatasi writer’s block. Ketua pelaksana kegiatan tersebut, Fitrul Ilhamadi, mengungkapkan, kegiatan tersebut diselenggarakan atas dasar keresahan [...]

October 20, 2013 // 0 Comments

Femina (2013): Workshop Travel Writing Wanita Wirausaha

    Travel Writing http://wanitawirausaha.femina.co.id/WebForm/contentDetail.aspx?MC=002&SMC=008&AR=22 Dalam rangkaian Festival Wanita Wirausaha Femina 2013, Agustinus Wibowo, pengarang buku laris Selimut Debu, berbagi tips mengenai Travel Writing di Kelas Inspiratif “Travel Writing” hari Jumat (26/07). Tahukah Anda, bahwa menceritakan suatu perjalanan, bisa menjadi karya seni yang menarik! “Banyak orang mengira tulisan perjalanan sebatas kita pergi ke mana, naik apa, dan melihat apa saja di tempat yang kita kunjungi. Sejatinya, travel writing atau tulisan perjalanan merupakan sarana untuk memikat pembaca dengan kisah perjalanan kita sekaligus berbagi pengalaman dengan mereka,”ungkap Agustinus. Sebagai seorang fotografer dan travel writer, Agustinus telah menghabiskan empat tahun untuk menelusuri berbagai tempat yang kurang populer di mata turis. Salah satu karyanya “Selimut Debu” menceritakan kisah perjalanannya selama di Afghanistan. “Satu hal yang perlu diingat oleh para penulis, tulisan perjalanan haruslah bersifat deskriptif, kontemplatif, dan realistis. Kita harus bisa mendeskripsikan perjalanan kita sehingga pembaca juga dapat membayangkan dan ikut merasakan perjalanan yang kita alami,” papar Agustinus. Sedangkan maksud sebuah tulisan itu bersifat kontempelatif adalah tulisan tersebut bisa membangun keterikatan dengan pembaca. Yang terpenting, sebuah tulisan perjalanan harus memiliki manfaat baik bagi penulis maupun bagi pembaca. [...]

July 26, 2013 // 0 Comments

Third Book, Titik Nol (Point Zero) is Coming

Faraway. Why everybody is obsessed by that word? Marco Polo traveled faraway from Venice to the Mongolian Empire. The explorers adventured through dangerous seven seas. The climbers put their life on the line just for a few moments conquering majestic peaks. He was also overwhelmed by the “faraway”. The Traveler decided to get involved in globetrotting journey. He sneaked to the forbidden land in Himalaya, staying in mysterious Kashmir, and became witness of warzones and massacres. Started by a dream, flowing like a series of dreams, this is a journey of a traveler searching for a meaning. Until to the point that he had traveled very, very far, he was forced to return home, kneel down besides his mother’s bed. And from the story of the very mother who has never traveled anywhere, little by little he revealed the meanings of journey that he was missing. Paperback, 568 pages Published February 2013 by Gramedia Pustaka Utama ISBN: 9789792292718 edition language: Indonesian For the details of this book, please visit : http://agustinuswibowo.com/TitikNol ——————————————————————————————————————————————– My third book, Titik Nol, is being released in Indonesia. This book is so special for me. It [...]

February 7, 2013 // 0 Comments

Kontan (2012): Melancong, Menulis, dan Uang Saku

http://lifestyle.kontan.co.id/news/melancong-menulis-dan-uang-saku Meski tulisannya sering muncul di media massa, Agustinus Wibowo bukanlah seorang wartawan. Ia adalah penulis perjalanan alias travel writer. Itu, lo, orang yang hobi jalan-jalan, lalu membagi pengalamannya bertualang dan berwisata dengan menulis di media massa dan buku, atau di dinding blog pribadi. Nama pria kelahiran Lumajang, Jawa Timur, ini terkenal sebagai travel writer setelah memiliki kolom khusus di kompas.com bernama Petualang. Kolom ini berisi catatan harian perjalanannya keliling Asia sepanjang 2005 – 2007 yang dimuat secara berseri. Catatan itu dia bagi dalam dua judul: Bertualang di Negeri-Negeri Stan dan Titik Nol. Ya, belakangan, makin banyak orang yang hobi menulis kisah perjalanannya saat menyambangi tempat-tempat yang indah dan unik, baik di dalam maupun luar negeri. Apalagi kalau daerah yang mereka kunjungi jarang didatangi turis. Ada yang sekadar membagi cerita lewat blog atau situs pribadi. Ada pula yang rajin mengirim story-nya ke koran, majalah, atau media online. Agustinus, misalnya, mulai suka menulis pengalamannya pelesiran ke pelbagai tempat sejak ia melakukan perjalanan ke negara-negara tetangga China tahun 2000-an, seperti Mongolia, Nepal, Tibet, Pakistan, serta Afghanistan. Maklum, ketika itu, dia kuliah di Tsinghua University, Beijing. Awalnya, Agustinus menulis perjalanannya di buku hariannya. “Setelah saya membuka website pribadi (www.avgustin.net), dari situlah saya [...]

April 4, 2012 // 0 Comments

1 2