Recommended

cargo cult

Tarakbits 25 Oktober 2014: Manusia Diciptakan di Sini

Hampir semua suku di Papua Nugini mengklaim dirinya sebagai “pusat dunia”, dan mereka masing-masing punya cerita leluhur yang luar biasa berlebihannya. Di Tarakbits, ada klaim bahwa manusia pertama, Adam, diciptakan Tuhan di desa ini. Saya ingin mengetahui lebih dalam tentang cerita itu. Karena itu saya bertanya kepada seorang tetua desa tentang kisah itu. Dia berjanji akan menceritai saya pukul tiga sore di sebuah ruang kelas di sekolah. Saya terkejut, karena yang datang bukan satu orang, melainkan enam orang tua sekaligus. Di ruangan itu, mereka duduk tersebar di bangku-bangku kecil (tubuh mereka juga kecil) seperti pelajar sekolah, dan saya adalah gurunya. Saya mulai menanyai nama mereka satu-satu, dan mengajukan pertanyaan. “Jadi bagaimana kisah penciptaan manusia itu di Tarakbits?” “Nama tempat terlarang itu adalah Dukbitawonkobon,” kata Francis Maiweng, lelaki bertopi bisbol, berumur 50 tahun dan yang paling muda di antara mereka semua, “Tempat suci itu hanya diketahui oleh para tetua desa. Jadi biar Papa Mikes yang cerita, dia sudah umur 60 tahun.” Lelaki tua yang berwajah panjang itu berkata, “Bukan, aku bukan yang paling tua. Linus lebih tua.” Linus Kiamen, kakek mungil berkepala botak dan bertelanjang kaki duduk di bangku paling belakang, umurnya 70 tahun lebih. Saya bertanya padanya, “Jadi bagaimana manusia [...]

October 19, 2016 // 25 Comments

Tais 30 Agustus 2014: Antara Sihir, Tradisi, dan Gereja (2)

Minggu pagi adalah momen paling meriah di desa (AGUSTINUS WIBOWO) Minggu pagi diawali dengan bunyi panggilan dari bekas tabung gas berkarat yang dipentung di depan bangunan gereja. Tiga kali. Memanggil semua warga desa untuk memuja Tuhan. Para umat datang satu per satu, bertelanjang kaki, bersila di atas tanah berpasir lantai gereja yang dilapisi daun kelapa kering. Laki-laki di sebelah kanan, perempuan di sebelah kiri bersama bayi-bayi mereka yang terkadang menangis, terkadang berlarian, terkadang mengompol, terkadang menyusu. Walaupun lusuh dan kumal, yakinlah itu adalah pakaian terbaik yang mereka kenakan untuk menghadap Tuhan. Pendeta, satu-satunya yang bersandal jepit di ruangan ini, memetik gitar, berdendang dalam bahasa Inggris Rusak. “Jesus em i nambawan ting!” Jesus him number one thing. Gereja dari denominasi Evangelical Church of Papua New Guinea (ECPNG) di desa Tais, di pesisir selatan Western Province, Papua Nugini ini, dibangun berkat adanya empat tangki penadah air hujan sumbangan Australia yang lengkap dengan atap dari logam. Penduduk melengkapi atap itu dengan membangun empat dinding kayu dan kulit kayu, sehingga gereja ini menjadi satu-satunya bangunan dengan sedikit sentuhan era modern di desa ini. Dalam kesederhanaan ini mereka memuja. Mereka berdoa bersamaan mengucap perkataan masing-masing, menghasilkan keriuhan yang kacau namun menggelora. Dalam doa beberapa perempuan [...]

February 2, 2015 // 7 Comments