Recommended

Lumajang

Ayahku dan Laut

Pertama kali aku melihat laut adalah saat umurku lima tahun, ayahku membawaku berhadapan dengan Samudra Hindia. Kami tinggal di pesisir selatan Pulau Jawa, menyebutnya sebagai Laut Selatan. Matahari baru merangkak naik, ombak terus bergemuruh menabrak bongkah batu karang di pantai. Kaki kami menapaki pasir hitam yang dibilas ombak, ayahku menunjuk ke garis cakrawala. Di balik garis itu, dia bilang, ada sebuah dunia yang sama sekali berbeda. Australia. Jika kau berenang terus ke selatan, kau akan tiba di Australia. Tapi, Laut Selatan tidaklah mudah diseberangi. Setiap tahun, selalu ada korban. Orang berenang, nelayan, penumpang kapal, bahkan pengunjung pantai yang mencelupkan kaki di air pun bisa terseret arus. Menurut legenda Jawa, ayahku bercerita, ganasnya laut ini adalah karena di dalamnya bersemayam Sang Ratu Laut Selatan, yang selalu mencari jiwa untuk dibawa ke istananya di dasar laut. Aku mempererat genggamanku pada tangan Ayah. Ayah tertawa, mengejekku sebagai pengecut. Jauh di lubuk hatiku, aku bermimpi menjadi ikan yang bebas mengarungi samudra luas, dari negeri ke negeri, dari benua ke benua. Tapi masa kecilku justru terpasung di dalam kamar. Aku takut keluar rumah. Aku takut ketika orang-orang di luar mengolok-olokku karena mata sipitku dan kulit kuningku. “Cina! Cina!” Saat itu aku sering bertanya: siapa diriku [...]

April 6, 2017 // 16 Comments

Titik Nol 162: Rindu Rumah

Pathika yang masih bernafas di tengah kehancuran (AGUSTINUS WIBOWO) Kehangatan keluarga-keluarga Noraseri terkadang membuat saya tersiksa. Ada kerinduan yang menggebu di dalam hati – kerinduan akan rumah, kampung halaman, ayah bunda dan keluarga. Sudah lebih dari satu bulan saya tinggal di desa ini. Saya masih ingat betul, betapa garangnya hujan di Kashmir kala itu, diikuti gemuruh longsor yang sambung-menyambung, dan gelap gulita di setiap malam. Di bawah kelip lampu petromaks, saya menyantap nasi biryani dan kari tanpa sendok, berkenalan dengan belasan kawan baru yang nama-namanya hampir mustahil untuk diingat semua. Tetapi sekarang, ketika gunung-gunung menjulang di seluruh penjuru itu berbalut permadani rerumputan hijau, saya merasa sudah menjadi bagian dari kampung ini. Saya mulai tahu gosip-gosip yang beredar. Penduduk desa pun selalu memanggil nama saya. Medan gunung yang berat, naik turun tebing, meloncati batu besar, sekarang sudah menjadi keseharian saya. Dulu saya hanya tahu Pak Basyir cuma penjaga tenda, tetapi sekarang saya tahu bahwa Bu Basyir sering menangis di malam hari hanya karena merindukan saya. Ketika saya ‘turun gunung’ untuk berinternet, Afaq, Danish, Ilham, dan para pemuda desa lainnya selalu menanyakan keberadaan saya. Pak Dokter yang penuh candaan konyol ternyata menyimpan kisah sedih di sudut rumahnya. Demikian pula keluarga Pak Haji yang [...]

April 7, 2015 // 0 Comments

Surabaya Highlight (2013): How Much Are You Willing to Let Go?

19 April 2013 Surabaya Highlight   http://surabayahighlight.com/highlights-of-the-week/newcomers-in-town/third-cultured/how-much-are-you-willing-to-let-go How Much Are You Willing to Let Go? Surabaya – “There’s no end to traveling, it is all about how well we understand places that we have visited,” an afternoon talk during lunch with Agustinus Wibowo is such an eye opener for lucky Surabaya Highlight. Agustinus Wibowo is a travel writer and freelance journalist that was born and raised in Lumajang, East Java. In his short visit to Surabaya, he agreed to meet us and share his inspiring life to Surabaya Highlight’s readers. Coming from a small town of Lumajang, Agus had a dream to someday see the world outside his hometown. “Children would run around screaming to a plane passing by. I always watch Dunia Dalam Berita, because that was the only chance I had to see the world since there was no internet or other programs,” his vivid explanation made us picturing how it was back then when Agus was a child. Such limitation did not conquer his passion on the outside world because at his fifth grade of elementary school, he started exchanging letters to pen pal around the world. Amazingly, in his early age he made friends with 70 [...]

April 19, 2013 // 0 Comments