Recommended

Dasain

Titik Nol 64: Darah, Darah, dan Darah

Hewan-hewan dibantai dengan sekali tebas saja. (AGUSTINUS WIBOWO) Dengan jumlah dewa yang melebihi jumlah penduduknya, Nepal adalah negeri yang penuh dengan festival. Hari ini adalah puncak perayaan dua minggu penuh bagi Dewi Durga. Negeri ini dibasuh dengan darah. Dasain adalah festival terpenting sepanjang tahun bagi rakyat Nepal. Berasal dari kata das yang berarti sepuluh, hari terpenting Dasain adalah sepuluh hari pertama di bulan Kartika. Dikisahkan dalam legenda Ramayana, pada hari Dasain ini, Rama berhasil menaklukan Rahwana yang menculik Shinta di pulau Lanka (sekarang Sri Lanka). Dewa yang paling dipuja dalam perayaan Dasain adalah Dewi Durga, dewi perang manifestasi Parwati istri Dewa Penghancur – Syiwa. Di hari Dasain, Durga berhasil menaklukan Mahisasura, siluman berkepala kerbau. Terlepas dari legenda Tantrisme Hindu, Dasain juga merupakan perayaan menyambut musim panen, berkumpulnya keluarga sanak keluarga, serta perayaan festival layang-layang dan ayunan. Perayaan utama Dasain jatuh pada hari ketujuh hingga kesepuluh. Di hari ketujuh, pada perayaan Fulpati, kota Gorkha mengirimkan kereta bunga ke istana di Hanuman Dhoka Kathmandu. Saya tak sempat menyaksikan peristiwa ini karena sedang dalam kendaraan dari Pokhara menuju ibu kota. Tetapi, suasana kemeriahan sudah terasa. Penumpang bus yang saya tumpangi bukan hanya manusia yang penuh sesak, tetapi juga kambing jantan yang tak berhenti [...]

August 21, 2014 // 0 Comments

Titik Nol 47: Pernikahan Seorang Kawan

Gorkha, alamnya seperti Indonesia. (AGUSTINUS WIBOWO) Kami sampai di kota Gorkha, asal muasal nama tentara Gurkha yang termasyhur di seluruh dunia itu. Bukan untuk mencari pasukan, tetapi untuk menonton acara pernikahan. Namanya Deepak. Umurnya seumuran dengan saya. Ia bicara bahasa Melayu patah-patah, tetapi lagak bicaranya seperti bos besar saja, mungkin belajar dari majikannya di Johor Bahru. “Nanti di Gorkha boleh tengok orang kawin, you know! Gorkha jauh sangat, you know! Nak ambil bus, sampai sana boleh tengok-tengok, you know!” Lam Li kenal Deepak di Freak Streeet. Mereka langsung akrab, karena pengalaman Deepak bekerja di Malaysia. Seperti halnya tenaga kerja asal Indonesia, pekerja asal Nepal, India, Pakistan, dan Bangladesh pun banyak di Malaysia. Deepak cuma pekerja kasar saja di sana, jadi pelayan di toko onderdil. Pria kerempeng berkulit gelap ini berkata bahwa ada kawannya yang menikah di dusun Gorkha. Ia mengajak Lam Li, yang mengajak Qingqing si gadis Beijing, yang kemudian mengajak saya. Jadilah rombongan kami berangkat pukul enam pagi dari Kathmandu yang masih dingin. Gorkha terletak sekitar 150 kilometer dari ibu kota, melintasi jalan raya utama Kathmandu – Pokhara, berbelok ke utara di pertigaan Abu Karim. Walaupun dulunya pekerja kasar di Malaysia, Deepak lebih bergaya. Ia tak mau naik bus [...]

July 29, 2014 // 1 Comment