Recommended

VIVAlife (2013): 8 Tips Sukses Jadi Penulis Perjalanan

1311-vivanews-8tips-penulis-perjalanan

8 Tips Sukses Jadi Penulis Perjalanan

Simak tips penting dari penulis top perjalanan Agustinus Wibowo.
Maya Sofia, Ananda Putri Laras
Minggu, 3 November 2013, 11:31 WIB

VIVAlife – Menjadi penulis perjalanan atau travel writer memang terlihat menyenangkan. Bisa menjelajah dunia dan menghasilkan uang dari pekerjaan tersebut. Setiap orang bisa mencapai impian ini, tidak memiliki kemampuan jurnalistik bukanlah hambatan krusial.

Penulis perjalanan dari Indonesia yakni Agustinus Wibowo, tidak memiliki latar belakang jurnalistik sama sekali. Tapi dengan kegigihannya untuk terus belajar, menulis perjalanan dapat ditaklukkan. Melalui beberapa tips ini, Agustinus berbagi resep agar Anda menjadi penulis perjalanan yang berkualitas.

Mulailah dari blog
Agustinus memulai karya-karyanya dari sebuah blog. Buatlah blog pribadi, catat setiap perjalanan Anda. Jika tulisan menarik, maka pihak media akan menghubungi Anda untuk bekerja sama.

Sewalah penerjemah saat di perjalanan
Jika Anda memang berencana membuat buku, sebaiknya menyewa penerjemah agar dapat berinteraksi lebih dekat dengan penduduk setempat. Informasi yang digali pun lebih banyak.

Catat perjalanan di dalam buku harian
Tidak semua orang bersahabat dengan teknologi. Narasumber kadang takut dengan alat perekam, terlebih mereka yang berada di daerah terpencil. Akibatnya, mereka jadi tak terbuka memberikan informasi. Bawalah selalu buku harian, catat semua detail kejadian yang Anda lihat dan rasakan. Detail-detail sangat penting dalam tulisan perjalanan.

Banyak membaca buku perjalanan
Semakin banyak buku yang dibaca maka semakin memperkaya sudut pandang. Tulisan yang dihasilkan pun semakin berkualitas. Tidak apa meniru penulis favorit terlebih dahulu, Jika kemampuan terus diasah, ciri khas akan ditemukan dengan sendirinya.

Harus memiliki tema
Tulisan yang bagus harus memiliki tema, dan benang merah persoalan. Dengan tema, penulis bisa menyeleksi hal-hal yang pantas ditulis maupun tidak. Yang sedikit menyimpang dari tema bisa dimasukkan, sedangkan yang benar-benar menyimpang sebaiknya dibuang.

Tidak hanya menulis tentang destinasi
Info tentang tempat wisata mudah didapat di internet sekarang ini. Tulisan perjalanan tidak melulu menjual destinasi, tapi coba ungkap apa yang ada di balik destinasi. Kupaslah tentang budaya ataupun kehidupan sosial, tempat eksotik tidak selalu menjual.

Disiplin terhadap diri sendiri
Suasana hati adalah musuh besar yang harus dikalahkan agar tulisan rampung. Kedisiplinan dibutuhkan di sini. Buatlah jadwal yang mengatur waktu anda menulis beserta targetnya. Agar lebih besemangat, buat rekor minimal dan maksimal dari pencapaian Anda sendiri.

Hilangkan gangguan

Matikan ponsel, televisi, atau benda apapun yang dapat mengalihkan perhatian Anda ketika menulis. Jika gangguan masih berada di samping kita, tulisan tak cepat selesai.

—————-
Catatan: (untuk tips no 2 mengenai sewa penerjemah), sebenarnya fokusnya bukan pada penerjemah melainkan pada komunikasi. Pelajari bahasa setempat untuk membina komunikasi yang intensif. Apabila kesulitan bahasa membuat Anda sulit untuk masuk ke dalam masyarakat setempat, Anda bisa mempertimbangkan memakai jasa penerjemah.

About Agustinus Wibowo

Agustinus is an Indonesian travel writer and travel photographer. Agustinus started a “Grand Overland Journey” in 2005 from Beijing and dreamed to reach South Africa totally by land with an optimistic budget of US$2000. His journey has taken him across Himalaya, South Asia, Afghanistan, Iran, and ex-Soviet Central Asian republics. He was stranded and stayed three years in Afghanistan until 2009. He is now a full-time writer and based in Jakarta, Indonesia. agustinus@agustinuswibowo.com Contact: Website | More Posts

Leave a comment

Your email address will not be published.


*